Updates from March, 2010 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • daiji 01:39 on March 17, 2010 Permalink | Reply  

    ANAK MUDA , JANGAN MAU DIBODOHI INDUSTRI ROKOK 

    Suatu saat , David Goerlitz , seorang model iklan rokok Winston produksi RJ Reynolds di Amerika datang ke kantor besar perusahaan tersebut. Ketika berada disana , dia tidak menjumpai seorangpun dari staff maupun eksekutif yang merokok . Maka ditanyakanlah hal tersebut kepada salah seorang eksekutif yang bersamanya .
    Mau tahu apa jawabnya ?
    Dia bilang : “We don’t smoke that shit, we just reserve the right to sell it to the young, the poor, the black, the stupid…”
    Coba bayangkan bila hal itu terjadi pada Anda yang perokok . Kira kira apa reaksi Anda ? Marah ? Jengkel ? .
    Bagi yang berpikir positif , pasti akan menjadikannya sebuah moment untuk introspeksi . Kalau orang orang yang bekerja di perusahaan rokok , yang notabene adalah orang orang yang paham betul apa apa yang ada dalam sebatang rokok tidak merokok , pasti itulah yang terbaik.
    Mungkin agak basi bila disebutkan lagi bahwa dalam sebatang rokok terkandung sedikitnya 400 jenis racun yang mematikan , 43 jenis diantaranya bersifat Karsinogenik. Namun itu adalah kenyataan yang membuat para pemilik dan karyawan pabrik rokok tidak mau menggunakan barang yang mereka produksi sendiri .
    Lalu , bagaimana dengan keadaan di negeri kita ini ?
    Masyarakat Indonesia umumnya awam terhadap masalah rokok . Mereka termarjinalkan , menjadi orang orang yang miskin informasi tentang rokok.
    Mengapa ? Karena pemerintah kita sengaja membiarkan mereka tanpa memberikan informasi yang benar dan menyeluruh terhadap bahaya rokok.
    Buktinya , ditengah masifnya gempuran iklan rokok di berbagai media , pernahkan Anda melihat iklan anti rokok ? Nyaris tak ada . Pemerintah sibuk mengejar Fresh Money dari cukai rokok dan pajak pajak yang berkaitan dengan rokok , yang saat ini mencapai 50 Trilyun rupiah!!
    Materi iklan nyaris tak terkendali dan jelas jelas menyasar para remaja , meskipun selalu disangkal oleh pihak industri . Mau tahu sebabnya ?
    Dalam sebuah memo internal Perusahan rokok RJ Reynolds tertanggal 29 Februari 1984 yang bertajuk Perokok remaja : Strategi dan peluang tertulis : Perokok remaja telah menjadi factor penting dalam perkembangan setiap industri rokok dalam 50 tahun terakhir. Perokok remaja adalah satu satunya sumber perokok pengganti. Jika para remaja tidak merokok , maka industri akan bangkrut sebagaimana sebuah masyarakat yang tidak melahirkan generasi penerus akan punah .

    Tak puas dengan keberhasilannya menggarap perokok pria , kini wanitapun menjadi sasaran utama pemasaran rokok. “Wanita kan manusia juga .. punya bibir juga .. secara fisik kan hanya beda kelamin … mengapa mereka tidak merokok ?? Tabu ? Ah , itu kuno .. wanita modern itu stylish , dinamis dan keren “
    Barangkali itulah yang ada di kepala mereka . Buktinya , sekarang banyak sekali iklan iklan rokok yang menggunakan wanita wanita cantik dan modis sebagai modelnya.
    Tidak heran bila saat ini kita saksikan banyak sekali remaja remaja putri yang terjerumus dalam adiksi nikotin ini .
    Kalau 20 atau 25 tahun yang lalu , wanita yang merokok mendapatkan stigma buruk seperti : Jalang , binal atau Wild , maka sekarang berubah . Pertumbuhan wanita perokok meningkat 3 kali lipat dalam 4 tahun terakhir. Luar biasa !!
    Free sampling , atau pemberian rokok gratis pada konser konser musik sangat sering kita lihat . Padahal jelas ada peraturan pemerintah yang melarang aktifitas tersebut .
    Wanita wanita cantik dengan pakaian seronok dan minim siap menawarkan bencana dengan rokok dan korek api ditangan mereka .
    Adakah pemerintah peduli ?
    Anak anak kecil bermain dengan permen rokok lengkap dengan bau rokok yang menyengat , jelas mengenalkan anak anak tersebut pada rokok sejak dini .
    Adakah pemerintah peduli ?
    Stasiun televisi menayangkan film anak anak pada jam jam tayang iklan rokok , jelas mengajak anak anak untuk merokok .
    Adakah pemerintah peduli ?
    Industri rokok dengan leluasa menanamkan Brand Image mereka kepada anak anak melalui perlengkapan harian mereka seperti kaos kaki dan lain lain .
    Adakah pemerintah peduli ?
    “The answer my friend is blowing in the wind , the answer is blowing in the wind ….”
    Demikianlah , kebodohan demi kebodohan disebarkan oleh industri rokok dan dilestarikan oleh pemerintah kita yang telah dibutakan oleh germerlapnya iming iming materi yang “katanya” juga untuk membangun negara.
    Para penggiat anti rokok hampir setiap hari menyerukan perbaikan dalam hal pemberian perlindungan bagi generasi muda dari bahaya adiksi nikotin ini lengkap dengan data data dan fakta fakta up to date yang sebagian besarnya bersumber dari lembaga pemerintah juga , tapi pemerintah tetap acuh tak acuh .
    Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau atau yang lebih dikenal dengan FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) yang sudah diratifikasi oleh 160 negara beradab , bagi pemerintah kita tak berarti apa apa. Buktinya hingga kini pemerintah tidak meratifikasinya. Ini menjadikan Indonesia tertinggal , menjadi satu satunya negara di Asia Pasifik yang tidak meratifikasinya , jauh dibelakang Laos , Kamboja , Vietnam , Myanmar bahkan Timor Leste.
    Delegasi kesehatan Indonesia terhina di forum forum kesehatan Dunia . Mereka ditempatkan di bangku paling belakang , tanpa microphone , karena memang tidak punya hak untuk bicara.
    Sekali lagi , Adakah yang lebih bodoh dari semua ini ?

    Jawabannya akan tetap tersimpan di kepala kaum muda , selama mereka tetap diam , tidak melakukan apa apa karena mereka sendiri tenggelam dalam adiksi rokok itu.
    Atau akan menjadi seperti yang dilantunkan oleh penyanyi Amerika Bob Dylan :
    “The answer my friend is blowing in the wind , the answer is blowing in the wind ….”

    Fuad Baradja
    ketua bidang Penyuluhan dan Pendidikan
    Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM-3)
    Jakarta.

     
  • daiji 08:58 on February 16, 2010 Permalink | Reply  

    Pidato anak kecil di PBB berusia 12 tahun 

    Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,
    seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental
    Children’s Organization ( ECO ).

    ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri
    untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah
    lingkungan.

    Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,
    dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah
    pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa
    pemimpin dunia terkemuka.

    Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
    bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai
    ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan
    tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

    Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

    Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental
    Children Organization
    Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
    dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
    Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
    bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda
    sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di
    sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
    masa depan bagi diri saya saja.

    Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
    atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
    semua generasi yg akan datang.

    Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
    yang tangisannya tidak lagi terdengar.

    Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat
    yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
    habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

    Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
    berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena
    saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

    Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
    tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
    Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
    persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

    Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
    binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
    burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
    tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

    Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
    ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

    Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
    bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
    pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
    semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa
    anda sekalian juga sama seperti saya!

    Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
    Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
    asalnya.
    Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
    telah punah.

    Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di
    tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak
    tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

    Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
    perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah
    ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi

    • dan anda semua adalah anak dari seseorang.

    Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
    adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
    dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
    udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan
    tidak akan mengubah hal tersebut.

    Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
    semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
    untuk tujuan yang sama.

    Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
    ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

    Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
    membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
    Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi
    dengan mereka yang memerlukan.
    Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
    kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

    Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
    dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda,
    komputer dan perlengkapan televisi.

    Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
    menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah
    satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku
    kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan
    makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
    sayang ” .

    Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
    bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
    begitu serakah?

    Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
    sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
    yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
    anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
    yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
    pengemis di India .

    Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua
    uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
    kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
    indah jadinya dunia ini.

    Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
    berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
    orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
    kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk
    berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
    anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

    Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
    melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
    yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
    seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
    mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang
    terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
    segalanya.”

    Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
    kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
    semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena
    perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.

    Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
    Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
    menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

    Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
    ***********

    Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi
    PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya
    dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang
    yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan
    yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

    Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:

    ” Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri
    karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan
    isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju
    berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.
    Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
    asisten saya kemarin. Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak
    yang berusia 12 tahun “

    ———— ——— —————— ———
    *Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan
    untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan,
    tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa
    bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang
    membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran
    dunia.
    *(Copyright from: Moe Joe Free)*

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.